Alhamdulillah..

Assalamualaikum .{tersenyum dengan wajah berseri, sembari membuka pintu} ":) Alhamdulillah.. akhirnya kutemukan kembali rumah ini :)", masyaAlloh.. dinding, kusen, sofa serta lantainya terlihat mulai kusam dan berdebu, mungkin karena telah lama tidak ditinggali, ahh.. kelihatanya aku harus mulai merapikanya kembali, sebagaimana ia sebelumnya.

namun , tunggu dulu.. sebelum itu biarkan sejenak kusandarkan tubuh ini, sekedar meresapi tiap jengkal langkah maju atau mundur, mengenang kembali hari2 tawa atau tangis yang pernah diperdengarkan dalam bilik di rumah ini. biarkan kunikmati lagi resonansi itu menjadi sebuah harmoni yang tetap akan terlalu indah untuk dilupakan hingga hari ini dan karenanya aku kembali.

alhamdulillah.. :) terimakasih cahaya yg membawaku pulang kembali, biarkan ku rapikan dulu ruangan ini hingga besok bisa ku jamu kau kembali..


teruslah begitu

Badriyah.. ada harmoni yang indah saat mengalun bersamamu kadang seirama kadang menyentak, betapa menyenangkan membagi kegembiraan masa kecil, mengenang romantika remaja, menumpahkan duka orang dewasa dan mengkritisi harapan kala senja..

Qurratu'ain.. teruslah menyembunyikan perasaan sehingga embun terbang bersama mentari, yang ku herankan mengapa rela memberikan kesejukan air untuk haus orang lain sementara disaat yang sama dahaga sedang bertahta di tenggorokan,mungkinkah karena kebaikanmu atau kah keacuhanku?
dan atas tanya mu tentang "siapa..?". jawabku " biarlah Allah swt yg membuka hijab 'nya' untuk mu"

dan bersujudlah nak...

Seorang mursyd pernah mengisahkan sebuah kisah padaku, dan hari ini akan kuwarisi kisah itu padamu;

Anaku.. suatu waktu, saat seluruh manusia berkumpul di padang mahsyar menghadap Allah subhanallahu wata'ala maka beberapa golongan bertanya kepada Allah SWT ;


golongan yang satu berujar" Wahai Tuhan kami, semasa hidup kami sangat kaya raya dan urusan dunia yang kau bebanilah yang menyibukan kami sehingga melupakan kami akan sujud kepada Mu, maka ampuni kami"
Allah menjawab " Wahai manusia aku memberikan Kekayaan yang jauh lebih banyak pada Sulaiman bahkan kami perintahkan angin, hewan dan jin tunduk padanya serta segenap kekuasaan yg dianugrahkan padanya, tapi tidak sekalipun ia lalai bersyukur dan sujud kepada Ku, coba kau bandingkan mana yang lebih kaya hartanya,mana yang lebih banyak bersyukur dan mana pula yang selayaknya di beri ampunan

golongan yang satunya berseru " Wahai Allah, semasa hidup kami sakit2an, lemah, menderita dan selalu sedih lantaran penderitaan yang demikian itu sehingga kami lalai bersujud pada Mu maka ampunilah kami"
Allah menjawab " wahai anak cucu adam bukankah aku memberikan cobaan yang jauh lebih berat kepada Ayub a.s sehingga ia terus menderita, dikucilkan karena penyakit yang mungkin kau pun jijik melihatnya, tapi tidak sekalipun ia lalai memohon ampunan dan ridho Ku dan bersujud kepada Ku. Bandingkanlah mana yang lebih menderita, mana yang sepantasnya mengeluh, mana yang lebih banyak mengharap ridha Ku dan mana pula yang selayaknya diberi ampunan"

golongan lain berucap " Ya ALlah, semasa hidup kami begitu miskin, kami selalu lapar dan hidup dari mengharap iba dari orang lain sehingga pengharapan itu membuat kami lalai bersujud pada mu, maka ampunilah kami"
Allah menjawab "Wahai manusia, tidakkah engkau melihat Isa a.s putra Maryam dia demikian miskin, dan jauh lebih papa dari yang pernah kau alami, tapi tak sekalipun ia mengeluh dan tidak pula kemudian bergantung pada mahluk bahkan ia selalu bersyukur kepada Ku, tak sekalipun ia lalai memohon ampunan serta ridha Ku. Bandingkanlah, siapa yang lebih menderita lantaran kemiskinannya, mana yang paling bersih hatinya dan mana pula yang selayaknya diberi ampunan".

golongan yang lainnya lagi berkata "Wahai Allah, semasa hidup kami adalah orang2 terkenal wajah kami sangat tampan sehingga banyak orang gandrung melihat kecantikan paras yang kami miliki dan kami pun mencintai ketampanan yang Kau berikan lantaran itulah kami lalai menyembahmu, maka ampunilah kami"
Allah menjawab " wahai manusia, tidakkah engkau tahu bahwa telah Ku berikan pada Yusuf anugrah ketampanan yang amat sangat, kecantikan paras yang melampaui ketampanan mu atau orang2 yang kau anggap paling tampan dalam mimpimu sekalipun, tapi tak sekalipun dalam hidup Yusuf yang penuh berkah lalai memohonan ampunan serta ridho Ku, tak secuilpun dalam hatinya mencintai kecantikan melebihi cintanya pada Ku. Bandingkanlah, mana yang lebih sempurna kuciptakan, mana yang paling tunduk serta bersyukur pada Ku dan mana pula yang selayaknya diberi ampunan".

cahaya hati yang selalu membuat ku tersenyum ingatlah kisah ini baik2 simpan rapi dalam hatimu janganlah kau termasuk diantara mereka yang bertanya itu. anaku.. mudah2an rahmat,hidayah serta ampunan Allah selalu menyertaimu.