OMong kosong!!!!

Maaf bung! Hari ini akan ku katakan yg kau harus tau tentang ku. .. dari sejak jaman batu hingga posisiku seperti saat ini cuma satu yg paling ku benci dari seseorang yg kusayangkan itu sering kutemukan didirimu, dan hal itu adalah “ kesombongan” ya.. benar penyakit itu yg kulihat berhari2 hinggap di tubuh mu, tidak kah kau lihat aku selalu berusaha serendah mungkin, sedapatnya kupelajari apa saja darimu dari sesuatu yang aku tidak tau sampai yg sebenrnya aku jauh lebih memahami dari pada pemahaman mu , kau tau kenapa? karena respect ku dan keinginan ku mengajarkan padamu tentang kerendahan hati... itu yg kelihatanya tidak kau punyai sampai hari ini dan itu pulalah alasan kenapa kau tidak akan pernah menyusulku.


Omong kosong… tutup mulut mu bung! Jgn lagi bicara soal idealisme aku muak, kau boleh bicara apa saja semaumu kau boleh saja memerankan peran apa saja didepanku tapi tidak untuk “kesombongan itu pakaian milik tuhan ku jgn kau sentuh… nanti kau hangus terbakar

Akhirnya aku tau siapa kau dan ini saatnya kau tau bahwa aku tak pernah main-main , aku tak akan lagi menoleh mu, lihat aku akan berdiri paling depan tidak lagi merendah didepanmu sebab kau tak pernah melihat buah padi ,percuma memberimu peringatan sebab diberi peringatan atau tidak diberikan sama atas mu…

Lihatlah aku jauh lebih tegak bediri dikaki sendiri , seandainya syariat yg dibawa Muhammad SAW tidak melarangku berlaku sombong tentu dengan capabilitas yg kumiliki saat ini aku bisa jauh lebih angkuh darimu jika ku mau….. aku tau bila aku bicara kau tak akan mengerti dan jika ku diam kau pasti memfitnahku... tapi masa bodoh! aku tak peduli, bergantung pada mahluk tidak ada dlam kamus ku..... Allah sebaik2 tempat bergantung.

Omong kosong…bung.! Saatnya ku ambil alih apa yg kau pasti tak sanggup memikulnya , ada banyak penyakit ditubuhmu bung! cari tabib yg bisa mengobatimu sebab cepat atau lambat kau akan menulariku, pergi jauh2 dari tempat sujudku …….. kau tak layak didekatku

Dengarkanlah….” Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul utusan Allah” …saksikan bung ini laki2 yg bicara, maaf bung.. amarahku sulit reda kali ini dan bila sudah begitu aku akan menjadi lebah!

Demi diriku yg nasibku ada ditangan Nya, ingat bung!! mulai hari ini padamu dan pada seluruh sekutumu sikap ku akan sangat jelas, tegas & tanpa kompromi.



percakan disuatu sore

..................masalah atau tidak tergantung bagaimana kita menyikapinya bi, tapi menurutku semua kembali ke iman bi tanpa melihat apapun agama yg dianutnya, aku sering melihat diriku kalau aku merasa mudah emosi pasti imanku lagi turun, aku pernah punya temen dia nasrani dia pernah nasehati gini ma aku " cahaya.. kita kan punya Tuhan kenapa kamu seakan tidak percaya akan kekuasaannya" malu banget sih ....digituin tapi mungkin itu teguran dari Allah melalui dia dan mungkin juga Allah sayang ke Aku ya dan itu berarti pula Allah sayang kesemua mahluknya Bi..

-- some one from venus -- ( sayang tak boleh menyebut namamu padahal aku sangat ingin)

Jangan Mengeluh

" musibah itu hanya satu bala,
tapi jika kau mengeluh akan menjadi dua.
satu bala musibah, satu bala hilangnya pahala dari musibah yang semestinya ia terima. "

Abdullah bin Mubarak


pada mulanya cuma titik...

Hahaha.. Dewi yang cantik bukanya semua itu adalah titik, coba perhatikan kalo mau sedikit bijak tiap kali menemukan titik dan menghubungkanya dengan titik yg lain tanpa sadar kita membentuk garis dan dengan menyatukan brbagai perpotongan garis sejajar, tegak lurus, melingkar atau membntuk sudut .... Subhanallah kita baru saja membuat sebuah bangunan bentuk yg dari sanalah kita akan memulai lagi membentuk bentuk-betuk...

dan pada mulanya semua hanya titik..

Pilihan..

kita sering sekali dihadapkan pada keadaan yang justru jauh dari kenyataan yg diharapkan.
bahkan kalau boleh jujur keadaan yg diluar kendali trsebut justru lebih sering terjadi ketimbang sesuatu harapan baik yg memang diingini kemunculanya.

tidak mungkin memang menghentikan matahari dari terbenamnya hingga ia terus terbit pada siang terindah yg paling dirindukan. dan tak satupun yang mampu menahan malam dari fajarnya hingga purnama tetap bersinar saat malam terindah yang pernah dirasakan. Bahkan hujan akan terus bercucuran disaat yang sama kita ingin sekali meredakanya.

ahh.. sudahlah paling tidak pada dua kejadian selalu saja menyisakan pilihan- pilihan dan setiap pilihan mengandung konsekwensinya sendiri-sendiri . dan untuk tiap pilihan yg di buat ada harga yg harus dibayar dan ada proses yg harus dilalui..

letak derajat manusia bukan hanya dilihat dari apa saja pilihan yg telah dibuat tapi sejauh mana ia telah berjuang jatuh bangun menapaki pilihan yang dibuat.. mungkin lebih baik kita nikmati saja proses dalam hidup ini dan sepanjang pilihan yang dibuat adalah diri sendiri perjalanan mendaki akan menjadi satu - dua - seribu langkah yang sangat menyenang kan

Senin beberapa hari yang lalu...

Setelah sampai di Jakarta mengingat waktu yang gak cukup banyak, setelah sebelumnya mencium kening ibu yang mulai banyak kerutan, aku langsung menemui buya berusaha sebisanya menentramkan hati orang tua ini adalah tujuan kedatangan ku hari ini... "buya kenapa?" tanyaku perlahan sembari menundukan kepalaku sebab entah kenapa dari dulu hingga sekarang aku tak berani menatap matanya..beliau hanya diam menatapku seperti ingin menyampaikan sesuatu dalam bahasa yang amat sangat halus sehingga cuma hati yg dapat mendengarkan.

sesekali kutatapi juga wajahnya , kuperhatikan sedikit cara duduk dan gerak-geriknya, pikiranku menangkap.... " ada sesuatu yang sedang menganggunya dan kelihatan ia ingin menjenguk atau merindukan sesuatu tapi entah apa... keadaan jadi hening saat itu hingga kemudian ia berdiri berjalan ke meja kecil disudut ruang makan mengambil syal yg biasa dipakainya lalu berkata.." ya.. buya memang ingin kembali ke Makkah saja dan rasanya ingin sekali mati disana , disini ya seperti melihat duri". aku semakin tak bisa bicara apa2 hanya diam semati tugu. "sudah kamu kembali sana, masih banyak yg blum kamu kerjakan. waktu kita gak banyak bergegas itu lebih baik, buya senang km datang kalau maksudmu menenangkan ku ,niatmu terpenuhi sekarang" ujarnya sambil menepuk bahu kananku seraya memberikan isyarat untuk segera masuk ke kamar..

"kalau buya jadi pergi kesana sedapatnya saya juga akan menyusul secepat sy bisa" jawabku lemah, di benakku masih banyak sekali pertanyaan yg sebenrnya ingin kutanyakan. buya hanya tersenyum beliau tau apa yg sedang berkecamuk dalam pikiranku dan seperti biasanya dia membiarkan itu terjadi. tak lama setelah minum teh buatan tangan ku sendiri aku pun kembali kekamar dengan seribu tanya, entahlah... beliau memang sering sekali mengajarkan sesuatu yang sangat halus dan tersembunyi..

selasa pukul 6.30 lebih,pagi waktu jakarta, aku pun bertolak kembali ke Medan menumpang pesawat Mandala dan setibanya di Medan pukul 9 lebih pikiranku masih terus bertanya tentang percakapan tadi malam..."hal apa yng membuatnya begitu......mudah2an Dia memberi tahu ku nanti ?

Do'a sang peminta

Begitu email dian masuk dan setelah ku baca 3 menit kemudian aku tercengang...Astaghfirullahh.....
Wahai Allah cukupkanlah bagiku ke ikhlasan menerima takdir Mu, ampuni jika saat - saat bahagia aku lupa bersyukur atas Mu, disengaja atau tidak disengaja yg aku tau atau tersembunyi. Ampuni jika dalam kesusahan aku meminta pertolongan dan bergantung pada selain engkau yang disengaja atau pun tidak, yang aku tau ataupun tersembunyi.
Ampuni jika kecintaanku pada diriku, pekerjaan, kekasih, benda2, istri dan anak2 ku menutupi hatiku atas Mu yang disengaja ataupun tidak, yang aku tau ataupun tersembunyi.

Wahai pemilik 2 barat dan 2 timur.... hidupkanlah aku dalam keadaan iman dan matikan aku dalam keadaan beriman, berikanlah kekuatan lahir dan batin pada siapa saja yang kutinggalkan kelak hingga mereka lebih memilih mendo'akan keselamatan ku ketimbang berlarut2 sedih menangisi jasadku yang terbujur kaku..

Ya Rab.. Hakim yang Maha Adil, mudahkanlah kematianku, ringankan siksa kuburku, jangan biarkan mahluk Mu merusak jasad ku secela apapun aib ku di bumi, biarkanlah aku menemuimu dalam sebaik2 keadaan ada, dan jika masih boleh meminta ampunilah dosa2ku, dosa kedua orang tua, keluarga dan semua keturunanku... Allahu akbar... ya rabb jika kau berpaling betapa hinanya aku..

dan begitu pula dosa para sahabatku ...subhanallah.... saksikanlah mereka menyebut nama Mu, ampuni orang2 baik ini , ibu - bapak, keluarga dan semua keturunnanya...

shalawat serta salam atas semua rasul.... dan hanya Allah sebaik-baik tempat meminta..

Kapan.???

2.45 am. dan aku benar2 terkejut !! Ya ampun.. kenapa belum juga bisa tidur, keluh ku sembari menatap nakas disamping kiri tempat tidur... samar2 masih dapat kulihat enam lembar kertas kerja berserakan, vas tanpa bunga dan kalender kecil bertuliskan Rabu, 11 Juli 2007.. ku pikir tidak ada yang istimewa sepanjang minggu ini , hanya beberapa rutinitas harian yang semakin menjemukan, hari memang masih bukan milik ku dan kusaksikan diriku masih saja berjalan tertatih-tatih pada labirin kecil yg muaranya adalah mimpi orang lain.

2.59 am. dan belum juga bisa tidur mungkin karena masih terganggu telpon tadi malam "kapan bi..?" sebuah pertanyaan yg rasanya ingin kucampakan saja kelaut, aghh...kenapa itu yang selalu ditanyakan sih, seolah- olah ... sudah2, cukup ! sebaiknya aku tidur sejenak malam ini, besok kalau masih diijinkan melihat pagi biar ku minta waktu yg menjawabnya atau besok kuganti saja jam dinding ini sebab jarumnya terasa kian lambat berjalan.

Ahh....maaf aku jenuh



Pak, bu, mas, mbak, bang, dik, head production, logistic section, plant operation manager, product specialist, staff dan semua individu yg telah dgn setia memberikan waktu, ilmu dan tenaganya untuk sesuatu yg kita sebut sebagai jaminan hidup layak. Biarlah kita berlindung sejenak dibalik nama2 itu, walau tidak jadi lebih baik dari orang lain, dan lihatlah kita semakin jauh saja dari bumi..

ahhh... trnyata baju yg dipakai ini tidak terbukti membuat nyaman bahkan dimata tuhan kita cuma peminta-minta


sebenarnya aq benci mengeluh tapi kali ini harus ku akui, aku mulai jenuh dan sepertinya aku ingin kembali saja...

Hadiah dari sang waktu


Untuk sahabatku..yang baru berulang tahun

Ada kabar gembira buatmu Bay,, diminta atau tidak waktu akan membawakan hadiah untuk mu pada saat dan tempat yang menjadi pilihanya bukan pilihan mu, sesukanya waktu membawa hadiah itu untukmu, sampai disini temanmu ini hanya bisa berharap kamu benar2 siap saat hadiah itu datang. Dan kabar buruknya adalah bahwa hadiah yang telah disiapkan sang waktu buatmu bisa berupa apa saja dari sesuatu yang paling indah sampai sesuatu yang mungkin kamu benci.

Kamu tidak bisa memilihnya bay.. tidak pula bisa berbuat banyak kendati sangat ingin, manusia seperti kita tidak diberi hak untuk memilih, menolak atau menyegerakannya. Namun, sejelek apapun kemungkinan yang di hadiahkan waktu untukmu saya benar-benar percaya kamu pasti bisa menerimanya.

Dalam bentuk apapun hadiah adalah pemberian yang memang dipilihkan waktu untukmu, bukankah yang demikian itu akan menambah indah lemari kaca kehidupanmu dan juga membuatmu bertambah bijaksana sehingga saya akan melihatmu berdiri dan berkata “ inilah aku tempat bersandar dikala lelah tempat berteduh disaat panas atau badai menimpa”.

Sahabatku… diantara berbagai pemberian yg mungkin muncul saya pikir ada dua hal yang silih berganti diberikan oleh waktu kemasing-masing kita. Ya… itu dia hadiahnya telah menunggu dibalik pintu; --- siap2 sebentar lagi dia akan mengetuk yang satu berisi kegagalan dan satunya lagi berisi kesuksesan. Tapi.. siapa yng mengetuk lebih dulu ya?. Ahh.. siapa peduli!! Karena semua telah ditakdirkan, sukses atau gagal hanya tinggal menunggu waktu masalahnya bukan seberapa banyak kita sukses atau gagal tapi seberapa siap dan bijaksana menyikapi keduanya sehingga kita mampu bangkit ketika gagal dan tetap rendah hati ketika sukses.

Tenang.. jangan beranjak dulu dari dudukmu saat ini, syukuri saja tiap detik kebahagiaan yang dianugrahkan kepadamu dan biarkan waktu memainkan peranannya. Berjanjilah padaku bahwa kau akan mengikuti aliranya sembari tersenyum simpul dengan sikap layaknya kesatria dimana kita akan terus bersahaja disaat sepantasnya mengeluh lara dan tetap rendah hati disaat memang seharusnya merayakan kemenangan tak terkira.

Seperti katamu Bay “ Bi kita laki-laki, mengeluh tidak ada dalam kamus kita dan hanya kematian yang bisa memutuskan semangat ku untuk terus maju!”

Pesan dari Ibu


Eri .. kemaren aku nerima email kamu.. dan isinya Ya Allah jadi inget betapa banyak dosa yang sudah kulakukan dibumi yang mulai tua ini… makasih Ri atas kesabaranmu meningatkan ku..

Seperti janjiku kemarin, maka tulisan ini didedikasikan untuk Eri Candra Andriadiati (..maaf kalau salah sebut.. butuh kerja keras untuk mengingat namamu) mungkin isinya tak sebaik halaman rawa tapi ya inilah yg baru bisa saya tulis dan semoga ada saja hikmah yg bisa dipetik oleh pembacanya..

Rii semakin lama saya jadi sadar kalau betapapun kerasnya kita berusaha ternyata tidak akan pernah merubah apapun kecuali sedikit kepribadian saja. Mungkin karena aliran hidup akan terus berjalan sesuai ritme yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemilik hidup bahkan sebelum abi, eri , ayah dan ibu kita dilahirkan, suka atau tidak.
Tidak satupun mahluk di bumi baik yang melata maupun yang berjalan dengan kakinya mengetahui apa dan bagaimana nasibnya kelak karena memang pintu untuk itu telah ditutup rapat – rapat, saya janji untuk tidak akan menduga-duga lagi sebab Tuhan tidak menciptakan dunia dengan bermain dadu.

Rii…setelah silih bergantinya keadaan yang sempat singgah dalam perjalanan hidup ini kalau boleh jujur keadaan yang tidak diinginkan justru lebih sering muncul ketimbang yang diingini terjadi dan ini yang terkadang cukup telak membuat ku lara.

Alhamdulillah berkat tempaan hidup dan atas dukungan mu saya jadi tahu bahwa sesuatu tidak diciptakan sia-sia bahkan duka sekalipun .. saya jadi faham betul bahwa kesedihan itu muncul karena hasrat akan sesuatu melebihi kadarnya, dan ketika tidak terpenuhi atau sesuatu yang diharapkan dapat diatasi justru berjalan diluar kendali , padahal sejatinya semakin semakin kuat hasrat semakin bertambah kecewa, semakin banyak keinginan semakin bertambah sedih dan semakin berharap semakin putus asa.

Mungkin ada baiknya saya tutup tulisan ini dengan pesan dari ibu :
“ Nak…yang sudah di atur Gusti Alloh kamu jangan ikut-ikut mengaturnya, nanti km kecewa.. aku saja gak minta punya anak kamu tapi Allah ngasinya kamu, ya ibu iklhas saja besarin km dengan semua kasih sayang yang ibu miliki, walau kamu belum tentu berbakti…ibu do’ain mudah2an anaku bijaksana”

Perjalan lanjutan bersama.. dewi



Adalah kebahagian tak terkira mengetahui bahwa akhirnya kita berjalan lagi menyusuri jalan ini mewujudkan impian tapak demi tapak, sembari berharap mudah2an besok lebih baik dari hari ini. kalau kupikir sebaiknya kita mencari pengganti penopang kedua kaki ini yang sudah sangat letih, mencari kendaraan yang lebih baik dari kaki yang akan ikut menua seperti pemiliknya sebab aku khawatir jika terus menggunakanya kita tidak hanya akan terluka atau kelelahan namun boleh jadi kita akan terlambat atau malah tak akan pernah sampai ketempat tujuan. bantu aku memilih kendaraan yang aman ya, dan dengan itu aku akan mengantarkanmu kemanapun semampuku, bukankah semakin kita cepat sampai semakin banyak pula waktu yang tersisa untuk beristirahat sejenak, hingga kemudian kembali meneruskan perjalanan yang paling kau ingini .

Dewi... ternyata disamping mencari kendaraan yang baik kita juga harus memiliki tempat yang dituju , dan bekal yang cukup untuk dibawa serta .. tujuan sama pentingnya dengan perjalanan itu sendiri, agar kita tak bimbang jalan mana yang seharusnya di pilih. bekal juga begitu , seperti katamu dan aku berharap kau menyediakan bekal yg cukup untuk kita dan aku percaya kau cukup bijak untuk itu.

Dewi, kita tak boleh hanya menduga-duga saja atau berjalan terus tanpa arah sebab akhirnya kita takan pernah kemana-mana kecuali hanya berputar-putar atau mungkin tersesat kehilangan arah. Kau boleh saja menggunakan kendaraan agar menambah cepat langkahmu, bisa saja kau memilih berbagai macam kendaraan untuk membantu perjalananmu dari yang paling lambat hingga yang paling cepat tergantung kekampuanmu untuk mendapatkan dan menggunakanya. De' kau memang harus memiliki kendaraan yang baik agar perjalananmu lebih cepat seperti seharusnya namun kau memang harus memiliki tempat yg dituju serta bekal yang cukup dan, apapun yang kau gunakan bila kau atau aku memiliki tempat yang dituju kita akan benar-benar sampai ketempat tujuan cepat atau lambat. Namun demi nyayian burung camar dapat kupastikan bahwa jika kau tak memiliki tempat yang dituju, kita akan tersesat tak peduli secepat apaun kendaraan yang kau gunakan

Dipersimpangan bersama Dewi



Dewi yang baik… siapapun adanya dirimu dari mana saja kau berasal, apa saja bahasa yang kau pakai, atau di strata manapun kau berada saat ini tak peduli tinggi atau rendah derajatmu ternyata kau dan aku cuma pengembara dan tak ada yang lebih dari itu.


Kau , aku dan orang lain diantara kita adalah musafir yang akan selalu berjalan dari suatu titik ketitik lain dari suatu pemberhentian kepeerhentian selanjutnya begitu seterusnya dan akan berhenti, mungkin setelah kita tiada kelak. Yang harus kau ingat sepanjang kita terus berjalan maka kita takkan pernah benar-benar menetap disatu pemberhentian kita hanya singgah untuk kemudian pergi meneruskan perjalanan dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pemberhentian terakhir dari hidup adalah disaat kita tidak lagi hidup kembali kepangkuan pemilik hidup. Kondisimu saat ini hanya mampir sejenak(baca; numpang lewat) besok atau lusa kau akan berada pada pemberhentian yang berbeda dari keadaan hari ini dan sebelumnya, ingat ya kalau kau sedih hari ini kesedihan itu Cuma sementara begitu pula sebaliknya , percayalah!


Purnama yang selalu berseri .. seandainya kau dapat membayangkan telah berapa jauh jarak yang kau tempuh sehingga berada pada posisi ini sekarang. Kau mungkin pernah mengalami jatuh atau tersandung kerikil tajam, melalui berbagai jenis semak serta duri yang melukai kaki dan tubuhmu atau kau malah mendapatkan buah-buahan lezat yang kau petik dari sepanjang perjalananmu menuju suatu tempat. Bertemu dengan berbagai tipe karakter orang yg berbeda atau dari jenismu sendiri, diantaranya ada yang begitu membencimu dan yang lain lagi mengagumi mu dengan amat sangat. Kau tahu betapa peristiwa demi peristiwa yang pernah kau alami sebelum hari ini tergambar jelas di wajah mu dan tak salah jika aku melihatmu cukup lelah hari ini.



Sahabat tempatku berbagi… perjalananmu masih terlalu panjang untuk kau sudahi selelah apapun kondisimu saat ini, masa depanmu dimulai hari ini tepat saat kau membaca tulisan ini, jangan bersedih dan berhentilah berharap ada orang lain yang akan mengantarmu kemana saja kau ingini sebab, orang lain juga punya keinginanya sendiri dan ia juga tengah atau sedang menjalankan perjalananya sendiri, Suka atau tidak kita memang harus melakukannya sendiri. melangkahlah terus kedepan jangan pernah menoleh kebelakang hanya untuk menghitung telah sejauh mana kau berjalan sebab jam dinding dikamarmu tak akan pernah berhenti berdetak. Digunakan atau tidak setiap detik waktu yang telah dilewati takan pernah kembali apapun alasanya. Dan karena kita tidak memiliki mesin waktu untuk kembali memperbaiki masa lalu sesukanya maka yang kau dan aku punya hanya kebulatan tekad dan keluhurun niat untuk bergegas kembali melangkahkan kaki setapak demi setapak hingga tanpa terasa kau & aku akan sampai.