Dipersimpangan bersama Dewi



Dewi yang baik… siapapun adanya dirimu dari mana saja kau berasal, apa saja bahasa yang kau pakai, atau di strata manapun kau berada saat ini tak peduli tinggi atau rendah derajatmu ternyata kau dan aku cuma pengembara dan tak ada yang lebih dari itu.


Kau , aku dan orang lain diantara kita adalah musafir yang akan selalu berjalan dari suatu titik ketitik lain dari suatu pemberhentian kepeerhentian selanjutnya begitu seterusnya dan akan berhenti, mungkin setelah kita tiada kelak. Yang harus kau ingat sepanjang kita terus berjalan maka kita takkan pernah benar-benar menetap disatu pemberhentian kita hanya singgah untuk kemudian pergi meneruskan perjalanan dan seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa pemberhentian terakhir dari hidup adalah disaat kita tidak lagi hidup kembali kepangkuan pemilik hidup. Kondisimu saat ini hanya mampir sejenak(baca; numpang lewat) besok atau lusa kau akan berada pada pemberhentian yang berbeda dari keadaan hari ini dan sebelumnya, ingat ya kalau kau sedih hari ini kesedihan itu Cuma sementara begitu pula sebaliknya , percayalah!


Purnama yang selalu berseri .. seandainya kau dapat membayangkan telah berapa jauh jarak yang kau tempuh sehingga berada pada posisi ini sekarang. Kau mungkin pernah mengalami jatuh atau tersandung kerikil tajam, melalui berbagai jenis semak serta duri yang melukai kaki dan tubuhmu atau kau malah mendapatkan buah-buahan lezat yang kau petik dari sepanjang perjalananmu menuju suatu tempat. Bertemu dengan berbagai tipe karakter orang yg berbeda atau dari jenismu sendiri, diantaranya ada yang begitu membencimu dan yang lain lagi mengagumi mu dengan amat sangat. Kau tahu betapa peristiwa demi peristiwa yang pernah kau alami sebelum hari ini tergambar jelas di wajah mu dan tak salah jika aku melihatmu cukup lelah hari ini.



Sahabat tempatku berbagi… perjalananmu masih terlalu panjang untuk kau sudahi selelah apapun kondisimu saat ini, masa depanmu dimulai hari ini tepat saat kau membaca tulisan ini, jangan bersedih dan berhentilah berharap ada orang lain yang akan mengantarmu kemana saja kau ingini sebab, orang lain juga punya keinginanya sendiri dan ia juga tengah atau sedang menjalankan perjalananya sendiri, Suka atau tidak kita memang harus melakukannya sendiri. melangkahlah terus kedepan jangan pernah menoleh kebelakang hanya untuk menghitung telah sejauh mana kau berjalan sebab jam dinding dikamarmu tak akan pernah berhenti berdetak. Digunakan atau tidak setiap detik waktu yang telah dilewati takan pernah kembali apapun alasanya. Dan karena kita tidak memiliki mesin waktu untuk kembali memperbaiki masa lalu sesukanya maka yang kau dan aku punya hanya kebulatan tekad dan keluhurun niat untuk bergegas kembali melangkahkan kaki setapak demi setapak hingga tanpa terasa kau & aku akan sampai.

0 Responses to "Dipersimpangan bersama Dewi"

Post a Comment