cermin
- 7/07/2007 11:53:00 AM - 0 komentar
Hadiah dari sang waktu

Untuk sahabatku..yang baru berulang tahun
Ada kabar gembira buatmu Bay,, diminta atau tidak waktu akan membawakan hadiah untuk mu pada saat dan tempat yang menjadi pilihanya bukan pilihan mu, sesukanya waktu membawa hadiah itu untukmu, sampai disini temanmu ini hanya bisa berharap kamu benar2 siap saat hadiah itu datang. Dan kabar buruknya adalah bahwa hadiah yang telah disiapkan sang waktu buatmu bisa berupa apa saja dari sesuatu yang paling indah sampai sesuatu yang mungkin kamu benci.
Kamu tidak bisa memilihnya bay.. tidak pula bisa berbuat banyak kendati sangat ingin, manusia seperti kita tidak diberi hak untuk memilih, menolak atau menyegerakannya. Namun, sejelek apapun kemungkinan yang di hadiahkan waktu untukmu saya benar-benar percaya kamu pasti bisa menerimanya.
Dalam bentuk apapun hadiah adalah pemberian yang memang dipilihkan waktu untukmu, bukankah yang demikian itu akan menambah indah lemari kaca kehidupanmu dan juga membuatmu bertambah bijaksana sehingga saya akan melihatmu berdiri dan berkata “ inilah aku tempat bersandar dikala lelah tempat berteduh disaat panas atau badai menimpa”.
Sahabatku… diantara berbagai pemberian yg mungkin muncul saya pikir ada dua hal yang silih berganti diberikan oleh waktu kemasing-masing kita. Ya… itu dia hadiahnya telah menunggu dibalik pintu; --- siap2 sebentar lagi dia akan mengetuk yang satu berisi kegagalan dan satunya lagi berisi kesuksesan. Tapi.. siapa yng mengetuk lebih dulu ya?. Ahh.. siapa peduli!! Karena semua telah ditakdirkan, sukses atau gagal hanya tinggal menunggu waktu masalahnya bukan seberapa banyak kita sukses atau gagal tapi seberapa siap dan bijaksana menyikapi keduanya sehingga kita mampu bangkit ketika gagal dan tetap rendah hati ketika sukses.
Tenang.. jangan beranjak dulu dari dudukmu saat ini, syukuri saja tiap detik kebahagiaan yang dianugrahkan kepadamu dan biarkan waktu memainkan peranannya. Berjanjilah padaku bahwa kau akan mengikuti aliranya sembari tersenyum simpul dengan sikap layaknya kesatria dimana kita akan terus bersahaja disaat sepantasnya mengeluh lara dan tetap rendah hati disaat memang seharusnya merayakan kemenangan tak terkira.
Seperti katamu Bay “ Bi kita laki-laki, mengeluh tidak ada dalam kamus kita dan hanya kematian yang bisa memutuskan semangat ku untuk terus maju!”
Kamu tidak bisa memilihnya bay.. tidak pula bisa berbuat banyak kendati sangat ingin, manusia seperti kita tidak diberi hak untuk memilih, menolak atau menyegerakannya. Namun, sejelek apapun kemungkinan yang di hadiahkan waktu untukmu saya benar-benar percaya kamu pasti bisa menerimanya.
Dalam bentuk apapun hadiah adalah pemberian yang memang dipilihkan waktu untukmu, bukankah yang demikian itu akan menambah indah lemari kaca kehidupanmu dan juga membuatmu bertambah bijaksana sehingga saya akan melihatmu berdiri dan berkata “ inilah aku tempat bersandar dikala lelah tempat berteduh disaat panas atau badai menimpa”.
Sahabatku… diantara berbagai pemberian yg mungkin muncul saya pikir ada dua hal yang silih berganti diberikan oleh waktu kemasing-masing kita. Ya… itu dia hadiahnya telah menunggu dibalik pintu; --- siap2 sebentar lagi dia akan mengetuk yang satu berisi kegagalan dan satunya lagi berisi kesuksesan. Tapi.. siapa yng mengetuk lebih dulu ya?. Ahh.. siapa peduli!! Karena semua telah ditakdirkan, sukses atau gagal hanya tinggal menunggu waktu masalahnya bukan seberapa banyak kita sukses atau gagal tapi seberapa siap dan bijaksana menyikapi keduanya sehingga kita mampu bangkit ketika gagal dan tetap rendah hati ketika sukses.
Tenang.. jangan beranjak dulu dari dudukmu saat ini, syukuri saja tiap detik kebahagiaan yang dianugrahkan kepadamu dan biarkan waktu memainkan peranannya. Berjanjilah padaku bahwa kau akan mengikuti aliranya sembari tersenyum simpul dengan sikap layaknya kesatria dimana kita akan terus bersahaja disaat sepantasnya mengeluh lara dan tetap rendah hati disaat memang seharusnya merayakan kemenangan tak terkira.
Seperti katamu Bay “ Bi kita laki-laki, mengeluh tidak ada dalam kamus kita dan hanya kematian yang bisa memutuskan semangat ku untuk terus maju!”





0 Responses to "Hadiah dari sang waktu"
Post a Comment