cermin
- 7/07/2007 11:23:00 AM - 1 komentar
Pesan dari Ibu

Eri .. kemaren aku nerima email kamu.. dan isinya Ya Allah jadi inget betapa banyak dosa yang sudah kulakukan dibumi yang mulai tua ini… makasih Ri atas kesabaranmu meningatkan ku..
Seperti janjiku kemarin, maka tulisan ini didedikasikan untuk Eri Candra Andriadiati (..maaf kalau salah sebut.. butuh kerja keras untuk mengingat namamu) mungkin isinya tak sebaik halaman rawa tapi ya inilah yg baru bisa saya tulis dan semoga ada saja hikmah yg bisa dipetik oleh pembacanya..
Rii semakin lama saya jadi sadar kalau betapapun kerasnya kita berusaha ternyata tidak akan pernah merubah apapun kecuali sedikit kepribadian saja. Mungkin karena aliran hidup akan terus berjalan sesuai ritme yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemilik hidup bahkan sebelum abi, eri , ayah dan ibu kita dilahirkan, suka atau tidak.
Tidak satupun mahluk di bumi baik yang melata maupun yang berjalan dengan kakinya mengetahui apa dan bagaimana nasibnya kelak karena memang pintu untuk itu telah ditutup rapat – rapat, saya janji untuk tidak akan menduga-duga lagi sebab Tuhan tidak menciptakan dunia dengan bermain dadu.
Rii…setelah silih bergantinya keadaan yang sempat singgah dalam perjalanan hidup ini kalau boleh jujur keadaan yang tidak diinginkan justru lebih sering muncul ketimbang yang diingini terjadi dan ini yang terkadang cukup telak membuat ku lara.
Alhamdulillah berkat tempaan hidup dan atas dukungan mu saya jadi tahu bahwa sesuatu tidak diciptakan sia-sia bahkan duka sekalipun .. saya jadi faham betul bahwa kesedihan itu muncul karena hasrat akan sesuatu melebihi kadarnya, dan ketika tidak terpenuhi atau sesuatu yang diharapkan dapat diatasi justru berjalan diluar kendali , padahal sejatinya semakin semakin kuat hasrat semakin bertambah kecewa, semakin banyak keinginan semakin bertambah sedih dan semakin berharap semakin putus asa.
Mungkin ada baiknya saya tutup tulisan ini dengan pesan dari ibu :
“ Nak…yang sudah di atur Gusti Alloh kamu jangan ikut-ikut mengaturnya, nanti km kecewa.. aku saja gak minta punya anak kamu tapi Allah ngasinya kamu, ya ibu iklhas saja besarin km dengan semua kasih sayang yang ibu miliki, walau kamu belum tentu berbakti…ibu do’ain mudah2an anaku bijaksana”
Seperti janjiku kemarin, maka tulisan ini didedikasikan untuk Eri Candra Andriadiati (..maaf kalau salah sebut.. butuh kerja keras untuk mengingat namamu) mungkin isinya tak sebaik halaman rawa tapi ya inilah yg baru bisa saya tulis dan semoga ada saja hikmah yg bisa dipetik oleh pembacanya..
Rii semakin lama saya jadi sadar kalau betapapun kerasnya kita berusaha ternyata tidak akan pernah merubah apapun kecuali sedikit kepribadian saja. Mungkin karena aliran hidup akan terus berjalan sesuai ritme yang telah ditentukan sebelumnya oleh pemilik hidup bahkan sebelum abi, eri , ayah dan ibu kita dilahirkan, suka atau tidak.
Tidak satupun mahluk di bumi baik yang melata maupun yang berjalan dengan kakinya mengetahui apa dan bagaimana nasibnya kelak karena memang pintu untuk itu telah ditutup rapat – rapat, saya janji untuk tidak akan menduga-duga lagi sebab Tuhan tidak menciptakan dunia dengan bermain dadu.
Rii…setelah silih bergantinya keadaan yang sempat singgah dalam perjalanan hidup ini kalau boleh jujur keadaan yang tidak diinginkan justru lebih sering muncul ketimbang yang diingini terjadi dan ini yang terkadang cukup telak membuat ku lara.
Alhamdulillah berkat tempaan hidup dan atas dukungan mu saya jadi tahu bahwa sesuatu tidak diciptakan sia-sia bahkan duka sekalipun .. saya jadi faham betul bahwa kesedihan itu muncul karena hasrat akan sesuatu melebihi kadarnya, dan ketika tidak terpenuhi atau sesuatu yang diharapkan dapat diatasi justru berjalan diluar kendali , padahal sejatinya semakin semakin kuat hasrat semakin bertambah kecewa, semakin banyak keinginan semakin bertambah sedih dan semakin berharap semakin putus asa.
Mungkin ada baiknya saya tutup tulisan ini dengan pesan dari ibu :
“ Nak…yang sudah di atur Gusti Alloh kamu jangan ikut-ikut mengaturnya, nanti km kecewa.. aku saja gak minta punya anak kamu tapi Allah ngasinya kamu, ya ibu iklhas saja besarin km dengan semua kasih sayang yang ibu miliki, walau kamu belum tentu berbakti…ibu do’ain mudah2an anaku bijaksana”





segalak galaknya ibu , beliau tetep ibu kita, dan ibu tidak akan pernah meninggalkan kita, betapapun jauhnya kita merantau, berapa lama kita berjalan, ibu menunggu di pintu depan dengan sabar -dj kelly-