Bumi
- 7/18/2007 09:20:00 PM - 0 komentar
Senin beberapa hari yang lalu...
Setelah sampai di Jakarta mengingat waktu yang gak cukup banyak, setelah sebelumnya mencium kening ibu yang mulai banyak kerutan, aku langsung menemui buya berusaha sebisanya menentramkan hati orang tua ini adalah tujuan kedatangan ku hari ini... "buya kenapa?" tanyaku perlahan sembari menundukan kepalaku sebab entah kenapa dari dulu hingga sekarang aku tak berani menatap matanya..beliau hanya diam menatapku seperti ingin menyampaikan sesuatu dalam bahasa yang amat sangat halus sehingga cuma hati yg dapat mendengarkan.
sesekali kutatapi juga wajahnya , kuperhatikan sedikit cara duduk dan gerak-geriknya, pikiranku menangkap.... " ada sesuatu yang sedang menganggunya dan kelihatan ia ingin menjenguk atau merindukan sesuatu tapi entah apa... keadaan jadi hening saat itu hingga kemudian ia berdiri berjalan ke meja kecil disudut ruang makan mengambil syal yg biasa dipakainya lalu berkata.." ya.. buya memang ingin kembali ke Makkah saja dan rasanya ingin sekali mati disana , disini ya seperti melihat duri". aku semakin tak bisa bicara apa2 hanya diam semati tugu. "sudah kamu kembali sana, masih banyak yg blum kamu kerjakan. waktu kita gak banyak bergegas itu lebih baik, buya senang km datang kalau maksudmu menenangkan ku ,niatmu terpenuhi sekarang" ujarnya sambil menepuk bahu kananku seraya memberikan isyarat untuk segera masuk ke kamar..
"kalau buya jadi pergi kesana sedapatnya saya juga akan menyusul secepat sy bisa" jawabku lemah, di benakku masih banyak sekali pertanyaan yg sebenrnya ingin kutanyakan. buya hanya tersenyum beliau tau apa yg sedang berkecamuk dalam pikiranku dan seperti biasanya dia membiarkan itu terjadi. tak lama setelah minum teh buatan tangan ku sendiri aku pun kembali kekamar dengan seribu tanya, entahlah... beliau memang sering sekali mengajarkan sesuatu yang sangat halus dan tersembunyi..
selasa pukul 6.30 lebih,pagi waktu jakarta, aku pun bertolak kembali ke Medan menumpang pesawat Mandala dan setibanya di Medan pukul 9 lebih pikiranku masih terus bertanya tentang percakapan tadi malam..."hal apa yng membuatnya begitu......mudah2an Dia memberi tahu ku nanti ?
sesekali kutatapi juga wajahnya , kuperhatikan sedikit cara duduk dan gerak-geriknya, pikiranku menangkap.... " ada sesuatu yang sedang menganggunya dan kelihatan ia ingin menjenguk atau merindukan sesuatu tapi entah apa... keadaan jadi hening saat itu hingga kemudian ia berdiri berjalan ke meja kecil disudut ruang makan mengambil syal yg biasa dipakainya lalu berkata.." ya.. buya memang ingin kembali ke Makkah saja dan rasanya ingin sekali mati disana , disini ya seperti melihat duri". aku semakin tak bisa bicara apa2 hanya diam semati tugu. "sudah kamu kembali sana, masih banyak yg blum kamu kerjakan. waktu kita gak banyak bergegas itu lebih baik, buya senang km datang kalau maksudmu menenangkan ku ,niatmu terpenuhi sekarang" ujarnya sambil menepuk bahu kananku seraya memberikan isyarat untuk segera masuk ke kamar..
"kalau buya jadi pergi kesana sedapatnya saya juga akan menyusul secepat sy bisa" jawabku lemah, di benakku masih banyak sekali pertanyaan yg sebenrnya ingin kutanyakan. buya hanya tersenyum beliau tau apa yg sedang berkecamuk dalam pikiranku dan seperti biasanya dia membiarkan itu terjadi. tak lama setelah minum teh buatan tangan ku sendiri aku pun kembali kekamar dengan seribu tanya, entahlah... beliau memang sering sekali mengajarkan sesuatu yang sangat halus dan tersembunyi..
selasa pukul 6.30 lebih,pagi waktu jakarta, aku pun bertolak kembali ke Medan menumpang pesawat Mandala dan setibanya di Medan pukul 9 lebih pikiranku masih terus bertanya tentang percakapan tadi malam..."hal apa yng membuatnya begitu......mudah2an Dia memberi tahu ku nanti ?





0 Responses to "Senin beberapa hari yang lalu..."
Post a Comment